jateng.jpnn.com, SOLO - Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Surakarta, memasuki hari kelima. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC).
Langkah tersebut disiapkan untuk membantu mempercepat pemadaman, terutama di titik-titik api yang sulit dijangkau petugas melalui jalur darat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan berbagai metode terus dilakukan untuk mengendalikan kebakaran.
"Segala cara digunakan, baik itu dari jalur darat maupun jalur udara. Di hari pertama kami menggunakan jalur darat, dan selanjutnya kami dibantu Polda Jateng dengan menggunakan water bombing," kata Bergas di Semarang, Senin.
Menurut dia, langkah selanjutnya ialah mengoptimalkan dukungan BNPB melalui OMC. Operasi tersebut diharapkan mulai dilaksanakan pada 9 atau 10 September 2026.
Bergas mengatakan seluruh teknologi dan dukungan yang tersedia akan dimanfaatkan untuk mempercepat proses pemadaman.
Upaya tersebut dinilai penting karena luasan kebakaran TPA Putri Cempo kali ini lebih besar dibandingkan kejadian serupa pada 2023.
Saat itu, proses pemadaman membutuhkan waktu sekitar 24 hari.



















































