Kenaikan Harga Tiket Pesawat Tidak Boleh di Atas 13%

3 hours ago 16

Kenaikan Harga Tiket Pesawat Tidak Boleh di Atas 13%

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah telah menetapkan rentang kenaikan harga tiket pesawat berada pada kisaran 9-13 persen. Ilustrasi/Foto: Dokumentasi Humas Pertamina

jpnn.com, JAKARTA - Kenaikan harga tiket pesawat oleh maskapai tidak boleh melebihi batas maksimal 13 persen.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah telah menetapkan rentang kenaikan harga tiket pesawat berada pada kisaran 9-13 persen.

Karena itu, maskapai wajib mematuhi aturan tersebut tanpa mengambil keuntungan berlebihan.

"Kamj  berharap sebagaimana kemarin sudah diumumkan bahwa range untuk kenaikan (harga tiket pesawat) itu adalah 9-13 persen. Jadi, enggak boleh lebih dari itu," kata Dudy di Jakarta, Sabtu (11/4).

Menurut Dudy, berbagai stimulus telah diberikan pemerintah untuk menekan biaya operasional maskapai.

Termasuk kebijakan pajak pertambahan nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah, serta penyesuaian komponen biaya tambahan (fuel surcharge) yang diperbolehkan naik.

Selain itu, pemerintah juga memberikan keringanan berupa pembebasan biaya suku cadang pesawat.

Sehingga, secara keseluruhan tidak ada alasan bagi maskapai untuk menaikkan harga tiket di luar batas yang telah ditentukan.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah telah menetapkan rentang kenaikan harga tiket pesawat berada pada kisaran 9-13 persen.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |