jogja.jpnn.com, SLEMAN - Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menyimpulkan hasil observasi rumah api misterius di Seyegan, Kabupaten Sleman.
Tim peneliti UGM menyebut kemunculan api dipantik oleh gas hidrogen sisa limbah pemotongan ayam.
Seperti yang diketahui rumah milik Muftiana tersebut merupakan tempat usaha pemotongan ayam.
Alva Edy Tontowi selaku ketua tim mengatakan bahwa mereka melakukan pengukuran medan elektromagnetik, pemetaan bawah permukaan tanah menggunakan teknologi georadar dan geolistrik dan pengukuran kandungan gas menggunakan portable-gas detector.
“Tim mendeteksi adanya gas hidrogen pada titik-titik munculnya api yang diduga berasosiasi dengan gas pyrophoric yang berasal dari limbah potongan ayam,” katanya, Minggu (14/6).
Selanjutnya, 18 peneliti dan akademisi lintas displin itu fokus memeriksa residu kebakaran yang ada di permukaan dinding keramik, kayu, triplek dan menganalisis menggunakan cahaya inframerah (FITR).
Hasilnya ditemukan kandungan PVC atau Polivinil Klorida yang tidak umum di permukaan keramik maupun dinding dan triplek.
“Saat PVC terbakar akan muncul gas Hidrogen Klorida. Detektor membaca gas tersebut sebagai gas hidrogen,” ujarnya.



















































