jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan pendampingan kepada pekerja seks komersial (PSK) di bawah umur yang ditangkap di kawasan eks Lokalisasi Dolly, Sabtu (15/11) dini hari.
Kepala DP3APPKB Surabaya Ida Widayati mengatakan DV (16) saat ini ditempatkan di salah satu shelter milik Pemkot. Remaja tersebut sudah mendapatkan pendampingan psikologis sejak pertama kali diamankan.
“Anaknya masih di shelter kami. Kami lakukan pendampingan psikologis dan edukasi karena apa yang dilakukan itu sangat berbahaya,” ujar Ida, Kamis (20/11).
Ida mengungkapkan DV sempat mengalami syok setelah ditangkap polisi di tempat kosnya. Kondisi itu membuat tim pendamping harus bekerja ekstra untuk memulihkan kepercayaan diri remaja tersebut.
“Kemarin juga kami tes HIV, Alhamdulillah hasilnya negatif. Kami tetap dampingi psikologinya untuk mengembalikan rasa percaya dirinya karena dia sempat syok,” jelasnya.
Selain pendampingan mental, Pemkot juga menyiapkan langkah untuk mengembalikan DV ke jalur pendidikan. Ida menyebut remaja itu tidak memiliki ijazah sama sekali karena putus sekolah sejak kecil.



















































