Komunitas Desak MRT Jakarta Hubungkan Penumpang dengan Aktivitas Budaya Kota Tua

6 hours ago 17

Komunitas Desak MRT Jakarta Hubungkan Penumpang dengan Aktivitas Budaya Kota Tua

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

MRT. ilustrasi. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kehadiran proyek pembangunan MRT Jakarta rute Lebak Bulus hingga Kota diharapkan membawa dampak besar di luar sektor transportasi.

Fasilitas publik ini dinilai berpotensi kuat menjadi jembatan informasi untuk memperkenalkan sejarah panjang, budaya, dan komunitas lokal yang hidup di kawasan Glodok dan Kota Tua.

"Diharapkan MRT ini tidak hanya sekadar transit buat turun naik penumpang, tetapi juga memperkenalkan kawasannya ini ada apa saja dan juga komunitas-komunitas lokalnya," kata Gregorius Jasson, kontributor komunitas Gang-gangan, dalam diskusi Uncovering Glodok di Kota Tua Jakarta, Minggu.

Menurut Jasson, MRT berpotensi menjadi media informasi publik yang menghubungkan penumpang dengan berbagai aktivitas budaya di sekitar kawasan stasiun.

Informasi tersebut dapat berupa sejarah kawasan, agenda komunitas, hingga berbagai destinasi budaya yang dapat dikunjungi masyarakat.

Dia mencontohkan sejumlah kota di luar negeri, yang memanfaatkan ruang-ruang publik di stasiun dan kawasan transit sebagai sarana memperkenalkan identitas wilayah kepada pengunjung.

"Salah satunya Malaysia, mereka memberikan informasi sejarah pecinan, termasuk di setiap gang dan di MRT, mereka ada instalasi sejarah," ucap dia.

Jason mengatakan keberadaan informasi mengenai komunitas lokal juga dapat mendorong masyarakat untuk berinteraksi lebih dekat dengan kawasan yang dikunjungi, sehingga perjalanan menggunakan transportasi publik tidak sebatas berpindah tempat.

Kehadiran proyek pembangunan MRT Jakarta rute Lebak Bulus hingga Kota diharapkan membawa dampak besar di luar sektor transportasi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |