bali.jpnn.com, DENPASAR - Duka mendalam dirasakan Semikristian Banafanu, korban selamat ambruknya senderan pondasi akibat luapan air bah yang mengalir di sungai Subak Jemanik, Kuwum, Marga, Tabanan, Bali, Rabu (21/1) dini hari lalu.
Semikristian kehilangan dua orang sekaligus, yakni sang istri Yuliana da Costa Makun, 29, dan anaknya yang masih balita, Audrey Natania Banafanu, 1,5.
Semikristian juga harus ikhlas menjalani pengobatan karena mengalami luka berat, kedua kakinya patah dan menjalani operasi serius di RSUP Prof Ngoerah.
Di tengah duka mendalam, secercah senyuman datang dari Pemprov Bali.
Pemprov Bali menyerahkan bantuan Rp45 juta ke korban selamat dan meninggal dunia.
“Gubernur Bali menugaskan BPBD Bali memberikan bantuan kepada korban rumah ambruk terseret banjir di Tabanan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya dilansir dari Antara.
Bantuan Rp45 juta dari Pemprov Bali tersebut terdiri dari Rp15 juta untuk korban yang selamat dan masing-masing Rp 15 juta untuk ibu serta balita yang meninggal dunia.
“Korban dan keluarga menyampaikan terima kasih atas atensi Bapak Gubernur Bali.



















































