bali.jpnn.com, DENPASAR - Keputusan pemerintah menutup TPA Suwung di Kota Denpasar mulai diantisipasi.
Salah satunya dengan menghadirkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).
Menurut Gubernur Wayan Koster, Pemprov Bali mendapat tugas dari pemerintah pusat menyiapkan lokasi dan lahan.
Pemerintah daerah sudah menentukan PSEL akan berdiri di enam hektare lahan PT Pelindo di Denpasar Selatan.
Untuk operator yang menjalankan adalah perusahaan pemenang tender yang sepenuhnya dilakukan Danantara.
“Memang harus bersih Bali ini, syukur ada perhatian dari pemerintah pusat.
Astungkara PSEL ini mulai diproses pembangunannya dan peletakan batu pertama direncanakan akhir Juni 2026,” kata Gubernur Koster dilansir dari Antara.
Sembari menangani sampah dari sumber dan TPA Suwung ditutup, proyek PSEL akan berjalan dalam 1,5 tahun yang nantinya akan mengolah sampah minimal 1.200 ton per hari.


















































