bali.jpnn.com, DENPASAR - Gubernur Wayan Koster bersama Pimpinan I Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Nyoman Adhi Suryadnyana berkomitmen memperkuat sinergi pengelolaan keuangan negara yang tertib administrasi.
Langkah ini ditujukan untuk mewujudkan pembangunan daerah yang terintegrasi melalui konsep "One Island, One Management" (Satu Pulau, Satu Pola, dan Satu Tata Kelola).
Komitmen tersebut mengemuka dalam acara Gala Dinner Satuan Kerja Daerah/Wilayah terkait Pemeriksaan Tahun 2026 di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Minggu (7/6) malam.
Koster menyampaikan apresiasi atas pertemuan ini sebagai forum sambung rasa demi kelancaran tugas bersama.
Terkait tata kelola keuangan, Koster menegaskan selalu menekankan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bekerja sesuai fakta, aturan, dan arahan BPK, bermodalkan pengalamannya terdahulu di Badan Anggaran DPR RI.
"Arahan BPK selalu kami jadikan pedoman.
Hasilnya, secara administratif Pemprov Bali berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 12 kali berturut-turut," ujar Koster.
Ia menggarisbawahi bahwa raihan WTP ini harus riil, berkualitas, dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun moral.


















































