bali.jpnn.com, DENPASAR - Aparat gabungan Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa, Polresta Denpasar dan Polda Bali masih bekerja keras mengungkap motif penganiayaan dan pembakaran yang menewaskan dua orang pria di kawasan Pelabuhan Benoa, Jumat (10/4).
Berdasar penyelidikan sementara, lima pelaku, yakni SA; DH; NU; DR dan IS, menghabisi nyawa Egi Ramadan, 30 dan Hisam Adnan, 30, hanya karena tersinggung dengan ucapan korban.
“Dugaannya karena tersinggung dengan ucapan korban,” ujar Kapolresta Denpasar Kombes Leonardo Simatupang, Jumat (10/4).
Menurutnya, berdasar pemeriksaan terhadap saksi dan pelaku, peristiwa bermula saat korban Egi Ramadan bersama rekannya Hisam Adnan dan Budi Listiyono, 25, asal Semarang, Jawa Tengah mengonsumsi minuman keras di dermaga Pelabuhan Benoa.
Dalam kondisi terpengaruh alkohol, korban Egi menghubungi salah satu pelaku berinisial IS melalui video call.
“Korban Egi mengancam akan membunuhnya karena ditinggalkan saat pesta minuman keras,” kata Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Agus Riwayanto.
Situasi kemudian memanas setelah kedua pihak saling menantang untuk bertemu.
Korban bersama rekannya kemudian mendatangi lokasi yang telah disepakati, yakni di Jalan Pelabuhan Benoa, Denpasar.



















































