Kupumadu Desak Gencatan Senjata di Iran, Israel, dan Lebanon

6 hours ago 11

Kupumadu Desak Gencatan Senjata di Iran, Israel, dan Lebanon

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Masyarakat adat di Merauke melakukan aksi protes menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai merampas tanah mereka, di saat yang sama para legislator asal Papua dikritik karena dinilai bungkam terhadap persoalan ini. Ilustrasi Gedung DPR RI. Foto: Ricardo/JPNN com

jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah anggota DPR dan DPD RI mendeklarasikan pembentukan Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia (Kupumadu) atau World Peace Parliamentary Caucus (WPPC) di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4).

Anggota DPR berbagai fraksi hadir dalam deklarasi Kupumadu, yakni Ahmad Doli Kurnia (Golkar), Saleh Partaonan Daulay (PAN), Mardani Ali Sera (PKS), Sofyan Dedi (PDIP), Eva Monalisa (PKB), Ahmad Irawan (Golkar), dan Muhammad Nuh (perwakilan DPD).

Doli menyebut Kupumadu dibentuk sesuai dengan amanat konstitusi yang menegaskan perdamaian.

"Berlandaskan pada amanat konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945," kata dia di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4).

Doli menyatakan Kaukus membuat sepuluh pernyataan sikap terkait situasi geopolitik, mulai perang Rusia vs Ukraina hingga AS-Israel vs Iran, yang mengancam stabilitas global.

"Memicu krisis kemanusiaan serta mengganggu keamanan energi dan pangan dunia," lanjut dia.

Selain itu, kata Doli, pernyataan sikap dibuat menanggapi eskalasi militer di Lebanon yang mengakibatkan gugurnya tiga prajurit TNI penjaga perdamaian.

"Gugurnya 3 prajurit TNI dalam menjalankan mandat perdamaian dunia merupakan tragedi kemanusiaan sekaligus pelanggaran serius terhadap prinsip perlindungan peacekeepers," katanya.

Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia (Kupumadu) mendesak dilakukannya gencatan senjata di kawasan konflik, seperti Iran, Israel, dan Lebanon.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |