LAKP Sebut Dominasi Mantan Ajudan Kesalahan Pembisik Presiden Prabowo

5 days ago 25

Sabtu, 10 Januari 2026 – 15:50 WIB

LAKP Sebut Dominasi Mantan Ajudan Kesalahan Pembisik Presiden Prabowo - JPNN.com Jakarta

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025). Foto: ANTARA/Fathur Rochman

jakarta.jpnn.com - Koordinator Lembaga Advokasi Kebijakan Publik (LAKP) M Adnan melontarkan kritik terhadap dominasi barisan mantan ajudan Presiden Prabowo Subianto yang kini menduduki posisi strategis dalam pemerintahan.

“Negara sebesar Indonesia tidak bisa dikelola dengan logika inner circle. Loyalitas memang penting, tetapi ia tidak pernah cukup untuk menggantikan kompetensi dan pengalaman. Ini akibat kesalahan para pembisik di sekitar presiden,” ujar Adnan, Sabtu (10/1) 

Adnan menyoroti kinerja Menteri Luar Negeri Sugiono. Menurut Adnan, Sugiono belum mampu memainkan peran strategis diplomasi Indonesia di panggung global. 

Adnan menyebut Kementerian Luar Negeri terlihat lebih berfungsi sebagai ajudan presiden untuk urusan luar negeri, bukan institusi diplomasi yang memiliki visi dan arah besar.

“Keluhan dari para duta besar Indonesia di berbagai negara mencerminkan problem serius lemahnya koordinasi, minimnya arahan strategis, serta absennya grand design diplomasi,” ucap Adnan.

Adnan juga menilai minimnya pengalaman politik  dan birokrasi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membuat Kementerian Sekretariat Negara gagal berperan sebagai pusat koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

“Kemensesneg hari ini terlihat lebih mirip kepala urusan persuratan di kecamatan, bukan command center negara,” ucap Adnan.

Adnan juga menyebut beban jabatan Seskab terlalu besar untuk level pengalaman yang dimiliki Letkol Teddy Indra Wijaya.

LKAP melontarkan kritik terhadap dominasi barisan mantan ajudan Presiden Prabowo Subianto yang kini menduduki posisi strategis dalam pemerintahan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jakarta di Google News

Read Entire Article
| | | |