Lebaran Rezeki

3 hours ago 18

Lebaran Rezeki

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - Tidak habis-habisnya saya minta maaf di sepanjang jalan. Tamu-tamu saya itu tidak seharusnya jalan darat Jakarta-Surabaya. Pakai mobil yang tidak terlalu nyaman bagi level bos besar.

Total, kami 14 jam di jalan raya. Ups... 13 jam –dipotong satu jam di Waduk Cirata.

Saya coba hibur mereka: kalian ini istimewa. Kali pertama ke Indonesia langsung punya pengalaman jalan darat Jakarta-Surabaya.

"Banyak teman saya sudah 20 tahun bolak-balik Tiongkok-Indonesia belum pernah merasakannya," ujar saya. Dari tujuh orang itu memang hanya Meiling yang bukan baru pertama ke Indonesia.

Saya pun menceritakan pengalaman saya jalan darat satu harmal di Tiongkok. Waktu itu belum ada jalan tol di Tiongkok. Kalaupun ada baru satu jalur: Dalian-Senyang –300 km, sedangkan perjalanan saya itu dari Tianjin ke Qingdao di Shandong. Hampir 24 jam.

Kami lewat Kota Yantai. Mobilnya lebih jelek dari mobil ini. Debunya lebih banyak. Jalannya sempit dan padat. Banyak truk reot dan traktor gerobak memadati jalan. Resto-restonya kotor, apalagi toiletnya.

"Sebelum ada jalan tol berapa jam dari Jakarta ke Surabaya?" tanya salah satu bos itu. 

"Bisa 20 jam," jawab saya. Itu berdasar pengalaman saya sendiri di masa lalu.

Tidak habis-habisnya saya minta maaf di sepanjang jalan. Idulfitri kembali suci. Seusai Idulfitri kembali cari rezeki.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |