jpnn.com, JAKARTA - PT PiBo Media Anak mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergandeng tangan memajukan literasi dan pendidikan anak-anak penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Wadah dialog kolaborasi ini diserukan melalui acara bertajuk "Literasi Tumbuh dari Akar: Ketika Kolaborasi Bermakna Menggerakkan Perubahan" yang digelar pada 16 Juli lalu di Perpustakaan Jakarta, komplek Taman Ismail Marzuki.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak lintas sektor dalam ekosistem pendidikan, khususnya literasi, yang terdiri dari pendidik, pembuat kebijakan, komunitas dan organisasi pendidikan, serta korporasi.
Program tahunan PiBo Literaton merupakan inisiatif unggulan yang berkomitmen untuk mencetak 1.000 anak pembaca kritis setiap tahunnya melalui program beasiswa serta pemberdayaan guru dan sekolah.
"Sejak awal perjalanan di literasi, kami tidak pernah sendirian, apalagi di pendidikan," ujar Co-founder PiBo, Aisha Habir.
"Jika mengibaratkan ekosistem mitra dampak di pendidikan dan literasi, saya selalu teringat peribahasa ini: Berat sama dipikul, Ringan sama dijinjing. Kondisi literasi anak Indonesia menjadi tanggung jawab bersama sesuai perannya masing-masing, namun beban ini akan terasa lebih ringan dengan kita berbagi," tambahnya.
Semangat kolaborasi ini selaras dengan inisiatif terbaru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Pemerintah menyadari bahwa untuk menciptakan "Pendidikan Bermutu untuk Semua", dibutuhkan keterlibatan berbagai mitra pembangunan dan korporasi, salah satunya melalui pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan.






















































