jatim.jpnn.com, SURABAYA - Mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) menciptakan sistem cerdas untuk membantu sekolah mendeteksi kesehatan mental siswa sejak dini.
Mahasiswa Teknik Informatika Fakultas Teknik Ubaya, Chavel Aiko Ratu, mengembangkan sistem bernama Rasaya sebagai platform konseling berbasis digital.
Rasaya dirancang untuk digunakan oleh admin sekolah, guru, wali kelas, hingga siswa melalui website maupun aplikasi ponsel.
Sistem ini mampu mengolah data menjadi kesimpulan dan tren kondisi kesehatan mental siswa yang bisa menjadi acuan pengambilan keputusan di sekolah.
Chavel mengatakan ide tersebut muncul dari keprihatinannya melihat masih minimnya pencatatan kesehatan mental siswa di sekolah. Akibatnya, banyak gangguan mental yang tidak terdeteksi sejak dini.
“Banyak siswa merasa malu untuk mengungkapkan perasaan mereka secara langsung. Akhirnya guru juga kesulitan memahami kondisi siswa,” ujar Chaval, Minggu (22/3).
Untuk memperkuat riset, dia melakukan studi kasus di salah satu SMA di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Dalam pengembangannya, Rasaya menggunakan metode Lexicon-Based Sentiment Analysis untuk menganalisis emosi siswa menjadi kategori positif, negatif, atau netral.
















































