Marak Salah Kaprah Kunyit Hitam di Indonesia, Peneliti Dorong DNA Barcoding untuk Akurasi

4 hours ago 12

Senin, 06 April 2026 – 01:00 WIB

Marak Salah Kaprah Kunyit Hitam di Indonesia, Peneliti Dorong DNA Barcoding untuk Akurasi - JPNN.com Jabar

Praktik penjualan rimpang yang dikenal sebagai “kunyit hitam” di pasar tradisional kembali menjadi sorotan. Peneliti dorong DNA barcoding untuk akurasi. Foto: Chatgpt

jabar.jpnn.com, BOGOR - Praktik penjualan rimpang yang dikenal sebagai “kunyit hitam” di pasar tradisional kembali menjadi sorotan.

Secara kasat mata, rimpang berwarna gelap kebiruan dengan aroma tajam kerap dianggap sebagai satu jenis tanaman.

Namun, secara ilmiah, rimpang tersebut dapat berasal dari spesies berbeda, yakni Curcuma caesia dan Curcuma aeruginosa.

Perbedaan spesies ini dinilai bukan sekadar persoalan nomenklatur, melainkan berkaitan langsung dengan kandungan senyawa aktif, profil farmakologi, serta keamanan konsumsi.

Sejumlah kajian menunjukkan bahwa tingkat kesalahan identifikasi (misidentifikasi) tanaman dari genus Curcuma di pasar tradisional Asia dapat mencapai 30 hingga hampir 50 persen.

Kondisi ini berpotensi menyebabkan ketidaksesuaian khasiat hingga risiko bagi konsumen.

Indonesia sendiri merupakan salah satu pusat keanekaragaman Curcuma di kawasan tropis Asia.

Dengan kekayaan tersebut, para ahli menilai diperlukan ketepatan identifikasi yang lebih kuat untuk mendukung klaim sebagai “tanah rempah”.

Praktik penjualan rimpang yang dikenal sebagai “kunyit hitam” di pasar tradisional kembali menjadi sorotan. Peneliti dorong DNA barcoding untuk akurasi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News

Read Entire Article
| | | |