jpnn.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 659,01 poin atau 7,34 persen ke posisi 8.321 pada Rabu (28/1) sore.
IHSG dibuka melemah 597,75 poin atau 6,66 persen ke posisi 8.382,48. Selanjutnya pada perdagangan sesi II, Rabu, pukul 13.43 WIB, di Jakarta, IHSG tercatat melemah 718,44 poin atau 8,00 persen ke posisi 8.261,78.
IHSG mengalami koreksi tajam hingga menembus 8 persen pada perdagangan Rabu sehingga memicu pemberhentian sementara perdagangan (trading halt).
Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai pelemahan itu terjadi di tengah meningkatnya volatilitas pasar global serta sentimen kehati-hatian investor pasar saham Indonesia seiring pernyataan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
"Beberapa catatan dari MSCI belakangan, terutama terkait transparansi pasar saham Indonesia ini perlu dilihat secara konstruktif. Koreksi pasar saat ini harus menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan perbaikan struktur pasar saham Indonesia secara lebih serius," kata Fakhrul di Jakarta, Rabu.
Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai harus memberikan tata kelola yang baik di pasar saham sehingga harga saham bisa mencerminkan fundamental yang ada.
"Kondisi yang baik bisa meningkatkan posisi kita dalam emerging market, jangan sampai karena governance yang kurang rapi, kita diturunkan ke status frontier market," ujarnya.
Menurut dia, pasar saham yang sehat tidak hanya ditopang oleh kinerja indeks, tetapi oleh kualitas tata kelola dan kepercayaan investor.





















































