bali.jpnn.com, LABUAN BAJO - Mawatu Labuan Bajo berkomitmen mengembangkan kawasan pariwisata dengan pendekatan berkelanjutan yang mengutamakan keseimbangan antara lingkungan, infrastruktur, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Dalam proses pengembangan kawasan, Mawatu menjalankan langkah mitigasi melalui relokasi dan penanaman ulang mangrove yang terdampak, dengan pendekatan yang menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir sebagai pelindung alami garis pantai dan habitat biota laut.
Dengan pendekatan ini, pengembangan Mawatu diarahkan agar berjalan seiring dengan pelestarian alam pesisir Labuan Bajo.
Direktur Mawatu, Heryanto Kurniawan menegaskan bahwa keberlanjutan menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan pengembangan.
“Keindahan Labuan Bajo adalah kekuatan utama kawasan ini.
Oleh karena itu, setiap langkah pengembangan Mawatu kami rancang dengan kehati-hatian agar tetap selaras dengan alam dan memberi dampak positif bagi lingkungan serta masyarakat sekitar,” ujar Heryanto Kurniawan dalam pernyataan resminya.
Komitmen tersebut tercermin dalam perencanaan kawasan yang memperkuat infrastruktur Labuan Bajo sekaligus memastikan daya dukung lingkungan tetap terjaga.
Mawatu didukung kapasitas cadangan air bersih hingga 700-meter kubik melalui kerja sama dengan PDAM Labuan Bajo dan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).



















































