jateng.jpnn.com, SEMARANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan tujuh kabupaten di Jawa Tengah berstatus siaga curah hujan tinggi pada Dasarian III Februari 2026.
Status siaga diberikan karena potensi akumulasi hujan diperkirakan mencapai 200–300 milimeter per dasarian, yang berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan kondisi tersebut menandakan hujan dengan intensitas menengah hingga lebat berpotensi terjadi berulang dalam satu periode 10 harian.
“Status siaga menandakan potensi hujan menengah hingga lebat terjadi berulang dan berisiko memicu banjir maupun longsor, sehingga perlu peningkatan kesiapsiagaan,” kata Teguh di Cilacap, Sabtu (21/2).
Tujuh kabupaten yang masuk kategori siaga meliputi Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Purbalingga, dan Banjarnegara.
Sementara itu, BMKG juga menetapkan status waspada curah hujan tinggi dengan potensi 150–200 milimeter per dasarian di wilayah yang lebih luas.
Daerah tersebut antara lain Kota Semarang, Surakarta, Salatiga, serta Kabupaten Cilacap, Banyumas, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Magelang, Temanggung, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Kendal, Demak, Kudus, hingga Jepara.
Menurut Teguh, secara umum seluruh wilayah Jawa Tengah masih berada pada periode musim hujan, sehingga peluang hujan lebat masih cukup tinggi, terutama di kawasan perbukitan dan pegunungan.

















































