Menanti Sikap Pemerintah soal Ekonomi di Tengah Tekanan Global

5 hours ago 17

Menanti Sikap Pemerintah soal Ekonomi di Tengah Tekanan Global

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai pemerintah perlu menyiapkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Foto/Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai pemerintah perlu menyiapkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global.

Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti  menjelaskan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD berpotensi mendorong defisit APBN melewati batas tiga persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Hal itu karena asumsi nilai tukar dalam APBN berada di kisaran Rp 16.500 per USD, sementara saat ini rupiah mendekati Rp 17.000 per USD.

Menurut Esther, kondisi tersebut dapat membuat beban anggaran negara meningkat karena berbagai komponen belanja yang menggunakan denominasi USD akan ikut membengkak.

Terlebih bisa mengakibatkan ruang fiskal pemerintah untuk melakukan berbagai program pembangunan menjadi terbatas.

"Belum lagi harga minyak sekarang tembus USD 100 per barel, berbeda jauh dari asumsi harga minyak di APBN USD 70 per barel," katanya.

Meski demikian, Esther menilai pemerintah masih bisa mengantisipasi dengan sejumlah strategi untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Pertama, pemerintah perlu mengarahkan belanja negara pada kegiatan yang bersifat produktif, seperti program yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan penerimaan negara.

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai pemerintah perlu menyiapkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di te

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |