jpnn.com, JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkap rasa duka mendalam atas meninggalnya Prof. Dr. Birute Mary Galdikas, seorang tokoh penting dan berjasa dalam upaya konservasi orangutan dunia termasuk di Indonesia.
“Atas nama Kementerian Kehutanan saya mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas kepergian Bu Birute. Indonesia kehilangan salah seorang putra terbaik yang bekerja keras dalam senyap selama puluhan tahun di pedalaman hutan Kalimantan Tengah untuk konservasi habitat orangutan,” kata Menhut dalam unggahannya di akunnya di Instagram di Jakarta, Rabu.
Antropolog Birute Galdikas, salah satu peneliti orangutan terkemuka di dunia, dilaporkan telah meninggal dunia pada usia 79 tahun.
Menhut Raja Antoni mengatakan berdasarkan pesan yang dikirimkan oleh putra Birute Galdikas, Fred, antropolog tersebut menghembuskan napas terakhirnya di Los Angeles, Amerika Serikat.
Raja Antoni mengatakan, Birute Galdikas sangat berjasa salah satunya dalam pengembangan Taman Nasional Tanjung Puting.
“Bila hari ini Anda melihat Taman Nasional Tanjung Puting yang indah, terjaga dengan orangutan yang membuat Anda berdecak kagum, tanpa terlihat Anda akan temukan jejak kaki dan tangan seorang perempuan berhati keras, berkomitmen tinggi, selain rumah tua dari kayu yang beliau dirikan diawal tahun 70-an,” ujar dia.
Karena kecintaannya dengan orangutan dan tanah Kalimantan, Birute Galdikas berpesan kepada sang putra agar disemayamkan di Kalimantan Tengah.
“Bahkan Fred menyampaikan wasiat Bu Birute bahwa bila beliau meninggal nanti, beliau ingin dimakamkan di tanah Dayak, di Kalimantan Tengah, berdekatan dengan pusara suaminya, seorang Dayak yang telah duluan pergi,” kata Menhut.



















































