jateng.jpnn.com, BATANG - Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Batang meningkatkan pengawasan kesehatan hewan kurban setelah menemukan tiga ekor sapi yang diduga terindikasi gejala penyakit mulut dan kuku (PMK).
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang Sutadi Ronodipuro mengatakan tiga sapi tersebut diduga berasal dari Jawa Timur dan kini mendapat pengawasan khusus.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya merekomendasikan agar ternak yang dicurigai sakit dipisahkan dari hewan sehat dan menjalani perawatan secara intensif.
“Direkomendasikan tidak dijual untuk kurban tahun ini sampai benar-benar pulih,” kata Sutadi di Batang, Selasa (26/5).
Meski tren kasus PMK dan penyakit kulit menular pada ternak disebut menurun dibanding beberapa tahun sebelumnya, pengawasan tetap diperketat menjelang puncak penjualan hewan kurban.
Pemkab Batang mengerahkan 21 petugas yang disebar ke seluruh kecamatan untuk mempercepat pemeriksaan kesehatan sekaligus menjangkau lokasi penjualan hewan kurban.
Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberi rasa aman bagi masyarakat saat memilih hewan kurban sekaligus menekan potensi penyebaran penyakit.
Selain itu, Pemkab memperkirakan jumlah hewan kurban tahun ini sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya.



















































