bali.jpnn.com, SUMBAWA - Menteri Hukum Supratman Andi Agtas membuka Festival Hiu Paus 2026 yang berlangsung di Taman Hiu Paus, Desa Labuhan Jambu, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (19/9) kemarin.
Festival Hiu Paus tahun ini mengambil tema “Melestarikan Laut Menuju Pariwisata Berkelanjutan, Dari Teluk Saleh Untuk Dunia”.
Menkum Supratman hadir didampingi sejumlah Pimpinan Tinggi Madya dan Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian Hukum, Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri, jajaran Pemprov Bali dan Pemkab Sumbawa.
Festival ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus mengembangkan potensi pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Menkum Supratman
menekankan bahwa keistimewaan Labuhan Jambu tidak hanya terletak pada keberadaan hiu paus, tetapi juga pada kearifan masyarakat yang hidup berdampingan dengan satwa tersebut.
Salah satunya adalah pengetahuan tradisional “Pakek Torok”, yakni cara masyarakat nelayan berinteraksi dengan hiu paus menggunakan rebon tanpa menyakitinya yang diwariskan secara turun-temurun.
“Tradisi ini merupakan bagian dari Kekayaan Intelektual Komunal yang perlu dilindungi,” ujar Menkum Supratman Andi Agtas.



















































