jpnn.com, JAKARTA - Meta menghentikan akses fitur karakter kecerdasan buatan (AI characters) bagi pengguna remaja di seluruh aplikasinya secara global.
Kebijakan menandai langkah mundur sementara Meta dalam menghadirkan interaksi AI yang lebih personal.
Hal itu, sekaligus menunjukkan meningkatnya tekanan regulator terhadap perlindungan anak di ruang digital.
Meta menegaskan bahwa penghentian bersifat sementara.
Perusahaan tengah menyiapkan versi baru karakter AI yang dilengkapi perlindungan lebih ketat, serta kontrol bawaan bagi orang tua.
Meta mengeklaim keputusan tersebut diambil setelah mendengar masukan dari orang tua yang menginginkan transparansi dan kendali lebih besar atas interaksi anak mereka dengan AI.
Langkah itu muncul menjelang persidangan Meta di New Mexico, Amerika Serikat, terkait tuduhan bahwa perusahaan dinilai gagal melindungi anak-anak dari risiko eksploitasi seksual di platformnya.
Dalam waktu berdekatan, laporan Wired juga menyebut Meta berupaya membatasi pengumpulan bukti mengenai dampak media sosial terhadap kesehatan mental remaja.






















































