jatim.jpnn.com, SURABAYA - Seorang guru ngaji laki-laki berinisia MZ (22) di Surabaya tega mencabuli tujuh murid laki-lakinya yang masih di bawa umur. Aksi tak senonoh ini dilakukannya sejak tahun 2025 hingga April 2026.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengungkapkan korban rata-rata berusia 10-15 tahun.
"Terkait dengan pencambulan, itu dilakukan oleh guru ngajinya atau ustaznya kepada tujuh orang santri laki-laki," kata Luthfie, Jumat (8/5).
Mirisnya, peristiwa bejat ini dilakukan MZ di salah satu pondok pesantren (ponpes) di kawasan Genteng Kali, Kota Surabaya.
"Istilahnya pondok pesantren ya, tetapi memang kecil dan anak-anak ini sebenarnya bukan anak-anak yang tinggal menetap, tetapi mondok hanya per minggu. Jadi, setiap hari Jumat sampai dengan hari Minggu itu mereka menginap di situ, selebihnya mereka tinggal dengan orang tuanya. Jadi semacam kayak pesantren kilat gitu," ucapnya.
Dia menyampaikan aksi memilukan MZ ini dilakukan saat malam hari ketika suasana pondok sudah sepi. Pelaku diam-diam masuk ke kamar para murid kemudian memaksa pada melakukan hal yang tak pantas.
"Caranya bagaimana? Jadi pada saat malam hari tersangka ini datang ke kamar korban lalu kemudian posisinya itu korban yang sedang tidur gitu ya," ujarnya.
Aksi pencabulan yang dilakukan MZ ini secara bergantian kepada tujuh muridnya selama kurang lebih satu tahun lamanya.

















































