Misteri Penyebab Kematian Bripda Jufentus Edowai, Bareskrim Turun Tangan

6 hours ago 17

Misteri Penyebab Kematian Bripda Jufentus Edowai, Bareskrim Turun Tangan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Tim dari Bareskrim Polri melaksanakan analisa dan evaluasi (anev) bersama Satuan Reserse Kriminal Polres Dogiyai dan Polda Papua Tengah di Nabire, Selasa (7/4/2026). ANTARA/HO-Humas Polda Papua Tengah

jpnn.com, NABIRE - Penyebab kematian anggota Polres Dogiyai Bripda Jufentus Edowai pada 31 Maret 2026 masih menjadi misteri.

Tim dari Bareskrim Polri diturunkan untuk membantu Polda Papua Tengah guna menelusuri fakta sebenarnya.

Ketua tim Bareskrim Polri AKP  Wiga Abadi mengatakan guna menelusuri kasus tersebut, pihaknya telah melaksanakan analisa dan evaluasi (anev) guna memastikan proses penyelidikan berjalan objektif dan sesuai prosedur.

"Anev dilakukan bersama Satuan Reserse Kriminal Polres Dogiyai untuk mengurai secara rinci kronologi peristiwa penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia. Kegiatan ini untuk memastikan setiap langkah penyelidikan berjalan sistematis, terarah, dan sesuai prosedur," ujarnya di Nabire, Rabu.

Ia mengatakan ada beberapa poin krusial yang menjadi perhatian. Pertama, ada motor korban di sekitar TKP sehingga perlu diukur jarak antara kendaraan dengan korban.

Pihak Reskrim Dogiyai perlu menghadirkan Satuan Lalu Lintas untuk membantu memperkirakan kondisi korban dengan kendaraan agar memperjelas kronologi kejadian, apakah korban diserang saat masih di atas kendaraan.

Selain itu, penyidik diminta memperdalam berita acara pemeriksaan (BAP), termasuk memeriksa rekan satu tim piket, rekan satu kamar, hingga lingkungan tempat tinggal korban, guna mengetahui pihak terakhir yang berinteraksi dengan korban.

Tim juga menyoroti penguatan olah TKP agar mampu menggambarkan situasi secara detail saat kejadian berlangsung.

Tim dari Bareskrim Polri diturunkan untuk menelusuri fakta kematian Bripda Jufentus Edowai pada 31 Maret 2026.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |