jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Rencana revitalisasi atau penataan ulang kawasan Gedung Sate menuai kritik dari berbagai kalangan.
Teranyar, muncul petisi yang menolak revitalisasi Gedung Sate dengan menghilangkan sebagian ruas Jalan Diponegoro, sepanjang kurang lebih 130 meter.
Petisi tersebut dibuat oleh masyarakat atas nama Ricky N Sas, dan sampai sore ini sudah ditandatangani sekitar 1.400 orang.
Merespons petisi tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan Jalan Diponegoro yang melintasi Gedung Sate - Gasibu tidak akan ditutup.
"Saya bilang, sampai hari ini Jalan Diponegoro tidak ditutup," kata Dedi ditemui di Kabupaten Bandung, Senin (20/4/2026).
Dedi menyebut, Jalan Diponegoro bukan ditutup, melainkan dialihkan arus kendaraannya memutar ke Jalan Cimandiri.
"Tidak ada penutupan Jalan Diponegoro, yang ada adalah pengalihan ruas Jalan Diponegoro yang asalnya membelah antara Gasibu dan Gedung Sate itu melingkar menjadi muter. Gak ada penutupan," jelasnya.
Adapun selama proses revitalisasi, Jalan Diponegoro masih bisa dilintasi pengguna kendaraan.
















































