jpnn.com, JAKARTA - Nadiem Makarim blak-blakan soal peningkatan nilai surat berharga dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 2022 menjadi Rp 4,8 triliun.
Terdakwa kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) itu menyatakan kekayaannya meningkat karena harga saham GoTo yang melambung saat melantai di bursa (IPO) ke kisaran harga Rp 250 sampai Rp 300 per saham.
"Kekayaan saya hanya ada satu sumber utama, yaitu nilai saham saya di PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (PT AKAB)," ujar Nadiem saat membacakan nota keberatan alias eksepsi dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin.
Pada tahun 2023 saat kisaran harga saham GoTo menurun menjadi sekitar Rp 100 per saham, kata Nadiem, total kekayaannya pun turun drastis ke Rp 906 miliar.
Kemudian pada tahun 2024, saat kisaran harga saham GoTo kembali anjlok ke Rp 70 hingga Rp 80 per saham, kekayaan Nadiem pun kembali turun ke Rp 600 miliar.
"Siapa pun dengan kalkulator bisa menghitung kekayaan saya karena bertumpu pada satu angka saja, yaitu harga saham GoTo yang terbuka untuk publik," tuturnya.
Untuk itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode 2019–2024 tersebut berpendapat dakwaan yang menjelaskan uang Rp 809,59 miliar diterima oleh dirinya dan sudah menjadi kekayaannya atas dasar LHKPN pada tahun 2022, membingungkan.
Pasalnya, dakwaan tersebut mencatat adanya perolehan harta dengan jenis surat berharga sebesar Rp 5,5 triliun.






















































