jatim.jpnn.com, SURABAYA - Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) PWNU Jawa Timur menggelar rukyatul hilal penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Idulfitri, Kamis (19/3) sore.
Pemantauan hilal dilakukan di 42 titik yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur, mulai dari ujung barat hingga timur, termasuk Pulau Madura.
Ketua LFNU Jatim Syamsul Ma’arif mengatakan rukyat dilakukan pada 29 Ramadan 1447 H, sesuai hasil ikhbar awal Ramadan yang menetapkan bulan Syakban digenapkan (istikmal) 30 hari.
“Pelaksanaan rukyat selalu dilakukan pada tanggal 29 Ramadan,” kata Syamsul.
Namun, secara astronomis posisi hilal diperkirakan masih sangat rendah.
Ketinggian hilal di Jawa Timur diprediksi hanya sekitar 1 derajat 20 menit, masih di bawah kriteria imkanur rukyat yang ditetapkan MABIMS, yakni minimal 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat.
“Posisi hilal masih di bawah kriteria imkanur rukyat,” ujarnya.
Selain faktor astronomi, kondisi cuaca juga menjadi kendala. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Jawa Timur sedang dilanda cuaca ekstrem berupa hujan dan mendung yang berpotensi menghambat pengamatan.













.jpeg)



































