bali.jpnn.com, DENPASAR - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) mencari empat korban terbakarnya KMP Putri Yasmin di Selat Lombok, akhirnya ditutup Rabu (19/8) sore kemarin setelah berlangsung selama delapan hari.
Kepala Kantor SAR Mataram sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Muhamad Hariyadi, mengonfirmasi penutupan tersebut setelah sempat dilakukan perpanjangan pencarian selama satu hari.
"Hingga hari terakhir, Tim SAR gabungan berhasil menyelamatkan 212 penumpang, satu orang ditemukan meninggal dunia, dan empat korban lainnya masih dinyatakan hilang," ujar Muhamad Hariyadi dilansir dari Antara.
Empat korban yang belum ditemukan antara lain Yasir Arafat, Selvina Rambu Mayi, I Made Sutarjana, dan Slamet Yulianto.
Selama delapan hari, pencarian masif dilakukan melingkupi jalur udara, laut, dan darat.
Wilayah penyisiran diperluas dari Selat Lombok, Bali, hingga perairan selatan Pulau Jawa.
Pencarian melibatkan berbagai armada canggih baik milik Basarnas, TNI, swasta, maupun masyarakat.
Di sektor udara, tim SAR mengerahkan helikopter Finns SGi Air Bali, pesawat CASSA NC212-200 TNI AL, dan drone thermal.


















































