jpnn.com, JAKARTA - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid pada Triwulan I 2026.
Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary mengatakan perusahaan berhasil mencatatkan total throughput sebesar 850.768 TEUs, atau tumbuh 0,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 843.187 TEUs.
Menurut Pramestie, capaian ini menunjukkan resiliensi operasional perusahaan di tengah dinamika logistik selama momentum Idulfitri, termasuk adanya pembatasan angkutan barang guna mendukung kelancaran arus mudik nasional.
“Capaian ini tidak terlepas dari langkah antisipatif perusahaan dalam melakukan optimalisasi operasional secara terukur, baik sebelum maupun setelah periode pembatasan logistik,” ujar Pramestie di Jakarta, Rabu (15/4).
Dia menjelaskan IPC TPK telah mengoptimalkan aktivitas bongkar muat menjelang periode pembatasan, serta memastikan percepatan arus barang pasca pembatasan berakhir.
“Strategi ini memungkinkan kami menjaga kelancaran distribusi sekaligus meminimalkan potensi penumpukan di terminal," kata Pramestie.
Dia melanjutkan pada periode Maret 2026, arus bongkar muat tercatat sebesar 250.352 TEUs, atau mengalami penurunan sekitar 14% dibandingkan periode yang sama tahun. sebelumnya sebesar 290.923 TEUs.
Namun, kinerja pada segmen domestik justru menunjukkan tren positif, dengan volume tumbuh 3,5% dari 623.532 TEUs pada Maret 2025 menjadi 645.084 TEUs pada Maret 2026.




















































