jatim.jpnn.com, TULUNGAGUNG - Pabrik gula merah milik warga di Desa Sambijajar, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, kebakaran pada Senin (25/5). Peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian material diperkirakan mencapai Rp200 juta.
Kepala Seksi Operasional dan Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung Bambang Pidekso mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 15.05 WIB.
“Awalnya saksi melihat kepulan asap dari area penggilingan. Setelah dicek, diketahui material sisa pengolahan tebu sudah terbakar,” kata Bambang.
Saat dilakukan pengecekan awal, petugas menemukan tumpukan sepah tebu dan sisa hasil penggilingan dalam kondisi terbakar meski tidak ada aktivitas produksi di lokasi.
Petugas kemudian menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu truk tangki penyuplai air untuk melakukan pemadaman.
Menurut Bambang, proses pemadaman berlangsung cukup lama karena api sudah membesar saat petugas tiba di lokasi. Selain itu, banyak material mudah terbakar di area pabrik gula merah tersebut.
“Api sudah berkembang cukup besar saat petugas tiba sehingga proses penanganan membutuhkan waktu sekitar dua jam 56 menit,” ujarnya.
Setelah api dipadamkan, petugas bersama Tim Inafis Kepolisian Resor Tulungagung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).



















































