jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep), Bisman Bakhtiar menilai kebijakan insentif penuh bagi kendaraan listrik berbasis nikel menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk naik kelas.
Indonesia, kata dia, berpeluang tak sekadar pemasok bahan mentah menjadi pemain utama dalam rantai nilai industri baterai global.
Dia mengatakan rencana pemerintah memberikan insentif penuh bagi kendaraan listrik berbasis nikel (NMC) dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat hilirisasi industri nikel nasional.
Sebab, tanpa kebijakan yang konsisten memperkuat nilai tambah di dalam negeri, Indonesia akan tetap berada di posisi hulu dalam rantai pasok global.
“Insentif ini sangat penting untuk meningkatkan nilai tambah hilirisasi,” ujar Bisman di Jakarta, Jumat (29/5).
Selain itu, kebijakan ini perlu diperkuat dengan aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) agar insentif tidak berhenti pada peningkatan konsumsi, melainkan benar-benar mendorong penguatan industri baterai dan komponen di dalam negeri.
“Jangan sampai (kita, red) hanya menjadi pasar, harus menjadi pemain utama. Kebijakan lain harus sinkron dengan penguatan industri komponen di dalam negeri,” tambahnya.
Di sisi lain, Bisman menilai baterai NMC memiliki keunggulan kuat, terutama untuk kendaraan berperforma tinggi dan jarak tempuh jauh.






















































