jpnn.com, PALU - Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengular di beberapa titik pengisian bahan bakar minyak (BBM) pasca-insiden tektonik yang mengguncang Sulawesi Tengah.
Pemandangan ini terlihat jelas di beberapa lokasi strategis, di antaranya SPBU Jalan Imam Bonjol dan SPBU Sisingamangaraja.
Warga berbondong-bondong mengamankan pasokan energi untuk kendaraan mereka karena didorong rasa cemas akan situasi pasca-gempa yang tidak menentu.
Di sejumlah SPBU terlihat puluhan mobil dan sepeda motor mengantre untuk mengisi bahan bakar, tidak lama setelah gempa terjadi, seperti di SPBU Jalan Imam Bonjol dan SPBU Sisingamangaraja.
Warga dengan kendaraan tampak memadati SPBU karena khawatir terkait dengan kemungkinan gempa susulan dan kebutuhan mobilitas darurat.
"Saya langsung menuju SPBU untuk mengisi penuh tangki kendaraan setelah merasakan guncangan gempa cukup kuat," ujar Rahmat Arsyad, salah seorang warga Kota Palu, Selasa (16/6).
Seorang warga lainnya, Akbar Aba, mengaku peningkatan antrean terjadi di sejumlah SPBU yang ia lewati setelah terjadi gempa.
"Banyak kendaraan masuk ke SPBU. Mungkin masyarakat ingin berjaga-jaga supaya kendaraan siap digunakan sewaktu-waktu," kata dia.






















































