jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Stadion Maguwoharjo akan membara malam ini. Laga pekan krusial babak Championship akan mempertemukan dua klub papan atas, PSS Sleman menjamu pemuncak klasemen Persipura Jayapura pada Sabtu (21/2).
Pertandingan ini diprediksi menjadi penentu arah promosi ke Liga 1. Saat ini, Laskar Sembada membuntuti di posisi kedua dengan 39 poin, hanya selisih satu angka dari tim Mutiara Hitam yang mengoleksi 40 poin. Kemenangan bagi PSS berarti kudeta manis di depan pendukung sendiri.
Pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis secara terbuka mengakui kualitas lini depan Persipura, terutama sosok pemain muda Timnas U-20 Reno Salampessy serta kelincahan Ramai Rumakiek.
Meski begitu, ia menginstruksikan anak asuhnya untuk tidak hanya terpaku pada satu atau dua pemain saja.
"Kami tahu Salampessy cukup menjanjikan, apalagi dia dipanggil Timnas U-20. Pemain ini punya kualitas bagus. Namun, tidak hanya dia, ada Rumakiek dan hampir semua pemain Persipura harus kami waspadai. Mereka punya pelatih luar biasa seperti Coach Rahmat," ujar Ansyari dalam sesi prematch press conference.
Bagi Ansyari, laga putaran ketiga ini sudah selayaknya partai final. Dengan persaingan poin yang sangat ketat, kelengahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal bagi ambisi naik kasta.
"Pertarungan di putaran ketiga ini, sekali kami lengah akan berat sekali untuk naik ke atas. Besok itu partai final, tidak boleh tergelincir. Kami main di home, didukung suporter yang luar biasa. Semua pemain harus fokus, tanggung jawab, dan kerja keras," tegasnya.
Ansyari menekankan bahwa jika di laga tandang saja PSS mampu mencuri poin, maka di Maguwoharjo mental bertanding para pemain harus berlipat ganda. Kondisi fisik pemain dilaporkan dalam keadaan prima dan siap tempur.

















































