jpnn.com, SUKABUMI - Peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan di Sukabumi, Minggu (25/1), dimanfaatkan untuk memperkuat aksi nyata partai dalam melayani rakyat. Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, dan Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono, menegaskan komitmen partai untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya saat musibah.
"Kita memuliakan kemanusiaan dan memperjuangkan keadilan. Selama rakyat menderita, seperti di Aceh atau Sumatra Barat, meskipun secara politik PDI Perjuangan lemah di sana, suara kemanusiaan kita berbicara jauh di atas kalkulasi elektoral politik. Maka kita terdepan, bahkan sampai sekarang Ibu Risma, Pak Ganjar, Mbak Ning (Ribka Tjiptaning), berbondong-bondong mengirimkan ambulans dan dokter ke daerah bencana," ujar Hasto Kristiyanto dalam pidatonya.
Menanggapi hal itu, Ono Surono mengumumkan langkah strategis PDIP Jawa Barat dengan membentuk relawan kesehatan berbasis desa dan kelurahan di seluruh provinsi.
"Kami telah berkoordinasi dengan Ibu Ribka Tjiptaning bahwa nanti akan ada sukarelawan kesehatan berbasis desa dan kelurahan di seluruh Jawa Barat. Saat konsolidasi di tingkat ranting melalui Musyawarah Ranting, dari struktur yang ada, ada satu posisi yang kita tugaskan khusus sebagai sukarelawan kesehatan," tegas Ono.
Selain itu, Ono juga memperkenalkan Yayasan Wanoja Perjuangan, wadah untuk menggerakkan kaum perempuan dalam menangani pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi.
Kesiapan struktur partai ini langsung diuji dengan respons cepat terhadap bencana tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Ono Surono menyatakan bahwa jajaran DPD PDIP Jabar akan langsung bergerak ke lokasi bencana setelah acara di Sukabumi.
"Saya beserta teman-teman DPD nanti siang langsung ke KBB karena ada pengungsian sebanyak 141 orang di aula desa setempat. Mereka tentunya mengharapkan bantuan dari masyarakat, khususnya dari PDI Perjuangan," kata Ono.
Hasto Kristiyanto menambahkan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah menginstruksikan kesiapsiagaan tanggap bencana. "Ibu Mega menyampaikan pesan bahwa kebenaran pasti akan menang melalui perisai moral Satyam Eva Jayate. Kepercayaan rakyat ini harus dijawab dengan turun ke bawah, mendengarkan mereka, menyatu bersama mereka," tutup Hasto.


















































