Plus-Minus Kawasan Longsor Cisarua KBB, Mendagri: Subur untuk Tanaman, Rawan untuk Jadi Permukiman

2 hours ago 6

Minggu, 25 Januari 2026 – 20:00 WIB

 Subur untuk Tanaman, Rawan untuk Jadi Permukiman - JPNN.com Jabar

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian. Foto: Dokumentasi Puspen Kemendagri

jabar.jpnn.com, BANDUNG BARAT - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meninjau langsung lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Minggu (25/1/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Tito memaparkan hasil pengamatannya terkait penyebab longsor serta langkah penanganan jangka pendek dan panjang yang perlu dilakukan pemerintah. 

Menurut Tito, kondisi alam di wilayah tersebut memang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Ia menyebut, curah hujan yang tinggi diperparah oleh struktur tanah yang gembur sehingga mudah bergerak.

"Kalau kita melihat memang, selain hujan keras, struktur tanah di sini gembur. Subur di satu sisi untuk tanaman, tapi di sisi lain rawan karena tanahnya tidak kokoh," kata Tito di lokasi.

Ia juga menyoroti kawasan perbukitan yang telah dipadati permukiman serta berkurangnya tanaman pelindung berakar kuat. Kondisi tersebut, kata Tito, membuat daya ikat tanah semakin melemah.

"Daerah perbukitan yang gembur ini banyak permukiman, dan tanaman pelindung yang akarnya menancap ke dalam banyak berganti menjadi hortikultura dan sayur-sayuran. Itu membuat sangat rentan kalau terjadi hujan keras," terangnya.

Tito menilai kondisi di Cisarua memiliki kemiripan dengan sejumlah wilayah yang pernah mengalami bencana serupa, seperti Banjarnegara dan Cilacap, yang pernah ia kunjungi sebelumnya.

Mendagri Tito Karnavian sampaikan jika kawasan longsor di Cisarua KBB, tidak layak ditinggali masyarakat. Rawan bencana, tetapi bagus untuk tanaman

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News

Read Entire Article
| | | |