kaltim.jpnn.com, SAMARINDA - Pemprov Kaltim bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) konsisten mengelola bentang alam Wehea-Kelay di Kabupaten Kutai Timur hingga Berau.
Hal ini dilakukan untuk melindungi keanekaragaman hayati (biodiversitas) hutan, baik flora maupun fauna.
Direktur Eksekutif YKAN Herlina Hartanto mengungkapkan sekitar 80 persen dari luas kawasan Wehea-Kelay masih berupa hutan yang berpotensi menyimpan 191 juta ton CO₂ equivalen.
"Sehingga berperan besar dalam mitigasi perubahan iklim," kata Herlina di Samarinda, Minggu (25/1).
Kawasan tersebut ditentukan mengikuti sebaran orang utan Kalimantan, yaitu sungai-sungai besar seperti Sungai Kelay, Sungai Wehea, dan sebagian kecil hulu Sungai Telen.
Selain menjadi habitat satwa langka, Wehea-Kelay merupakan hulu penting bagi Sungai Mahakam dan Sungai Segah.
Lebih dari 5 ribu kilometer daerah aliran sungai mengalir ke Kabupaten Berau dan Kutai Timur memberikan jasa lingkungan, seperti fungsi hidrologis dan udara bersih.
"Sejak 2015, Pemerintah Provinsi Kaltim bersama YKAN juga mengajak berbagai pihak untuk mengelola kawasan ini. Bahkan, studi terakhir pada 2025 menunjukkan adanya penambahan temuan jenis flora dan fauna dari pendataan awal," ungkapnya.



















































