jatim.jpnn.com, SURABAYA - Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya menggelar Pelatihan Pencegahan Kebakaran bagi civitas academica Untag Surabaya sebagai bagian dari upaya memperkuat manajemen risiko dan keselamatan di lingkungan kampus, Sabtu (24/1).
Pelatihan ini diikuti oleh 94 peserta yang terdiri atas tenaga kependidikan, dosen, dan mahasiswa dari berbagai unit kerja di bawah naungan YPTA Surabaya. Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Direktorat Umum dan Sumber Daya Manusia (DUSDM) YPTA Surabaya Eddy Wahyudi, S.H., M.Si., serta jajaran pengurus yayasan.
Bendahara YPTA Surabaya Dr Ontot Murwato Suwondo, M.M., Ak., CMA., CA., CPA., mengatakan risiko kebakaran tidak hanya berasal dari api, tetapi juga dari kepanikan yang muncul akibat ketidaksiapan psikologis dan kurangnya pemahaman dalam penanganan keadaan darurat.
“Kadang kita tidak menyadari akibat kebakaran atau keberadaan api, orang bisa panik, berlarian, terpeleset, jatuh, bahkan sampai meninggal. Ini terjadi karena ketidaksiapan psikologis maupun ketidakpahaman dalam penanganan kebakaran,” ujar Ontot.
Ontot menambahkan pelatihan ini merupakan bagian dari penguatan tata kelola dan manajemen risiko YPTA Surabaya.
“Kita harus siap mencegah api. Bukan panik, tetapi tahu apa yang harus dilakukan. Semua ini demi keselamatan kita bersama,” katanya.
Dia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan ilmu yang diperoleh tidak hanya di lingkungan kerja, tetapi juga di rumah dan masyarakat.
Materi pelatihan disampaikan oleh Widagdo Endang Suroso, S.E., Tim Kerja Pembinaan Aparatur dan Pemberdayaan Masyarakat Bidang Pencegahan Kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya.



















































