jpnn.com, BANYUWANGI - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat langkah antisipatif guna memastikan arus Ketapang–Gilimanuk tetap lancar, aman, dan terkendali.
Melalui koordinasi lintas instansi yang solid serta skenario operasional adaptif, ASDP menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap keputusan layanan.
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano mengimbau pengguna jasa untuk mengatur waktu perjalanan.
“Kami mengimbau pengguna jasa untuk menghindari perjalanan pada puncak arus balik Lebaran yang diprediksi akan terjadi pada tanggal 24, 28, dan 29 Maret 2026,” ujarnya.
Dia menegaskan bahwa seluruh langkah mitigasi telah disiapkan secara terukur dan siap dijalankan kapan pun diperlukan.
“Kami memastikan bahwa seluruh langkah operasional dilakukan secara terukur, adaptif, dan mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama," ungkapnya.
Dia menambahkan falam kondisi normal, arus penyeberangan diharapkan berjalan lancar.
"Namun apabila terjadi lonjakan kendaraan maupun cuaca ekstrem, maka langkah mitigasi akan segera kami implementasikan secara cepat dan terkoordinasi,” ujar Yossi lagi.



















































