jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merampungkan pengerjaan jembatan Nurtanio yang melintas di atas jalur rel kereta api.
Namun sayangnya, penyelesaian jembatan Nurtanio itu menimbulkan masalah baru. Pejalan kaki mengeluhkan akses mereka untuk melintas jadi tidam tersedia. Perlintasan kereta api ditutup total sehingga masyarakat tidak bisa melintas melewati rel.
Pihak kementerian pun tidak membangunkan jembatan penyeberangan orang (JPO) untuk pejalan kaki bisa melintas.
Salah seorang warga yang hendak melintas yakni Hendi, harus melewati galian di bawah beton supaya bisa melintas melewati rel kereta api dari arah Jalan Abdul Rachman Saleh menuju Jalan LMU Nurtanio.
Menurutnya, penutupan secara permanen ini seharusnya dilakukan dilakukan sebelum dibangunnya JPO.
"Saya memang jarang lewat, tapi kan kalau ditutup gini sekarang jadi ga bisa (menyebrang). Jadi tadi saya ngolong masuknya karena kalau lewat jembatan bahaya juga banyak kendaraan," kata Hendi, Jumat (9/1/2026).
Tak hanya pejalan kaki saja, pedagang sekitar yang biasa bolak-balik di sekitar kawasan tersebut pun merasa tidak dianggap.
Pery misalnya, salah satu pedagang buah-buahan yang kerap melintas di area tersebut sekarang tidak bisa berjualan lebih jauh. Dia harus mencari area lain untuk menjual dagangannya ketimbang naik ke jembatan Nurtanio.



















































