jabar.jpnn.com, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi serius dalam membentuk holding untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Nantinya holding akan diberi nama Sangga Buana dan Pemprov masih menunggu rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Pemprov Jawa Barat sudah mengirimkan surat yang berisikan hasil uji kelayakan atau feasibility study beserta Sangga Buana yang menjadi nama holding BUMD.
"Saya sudah berkirim surat. Masih nunggu rekomendasi Pak Mendagri. (Namanya?) Sangga Buana. (Artinya?) Sangga itu penyangga, Buana itu dunia," kata Dedi di Bandung, Minggu (1/3/2026).
Senada dengan Gubernur, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman menambahkan, pembentukan holding BUMD sudah berdasarkan kajian uji kelayakan tenaga ahli profesional Burhanuddin Abdullah (BA) Center.
Saat ini Pemprov Jawa Barat memiliki 37 BUMD yang terdiri dari 28 di bidang keuangan dan 9 bergerak di bidang non keuangan seperti, infrastruktur hingga energi.
Namun, BUMD yang akan menjadi holding hanya ada 36, karena Bank BJB merupakan bank sistemik yang sudah melantai di bursa saham atau Initial Public Offering (IPO). Sehingga, Bank BJB tidak akan masuk dalam skema holding BUMD.
"FS sudah kami kirim ke Kemendagri, karena harus mengikuti PP dan Permendagri mengenai BUMD. FS ini merujuk pada RPJMD, dokumen perencanaan yang sudah kami sesuaikan dengan kondisi. Yang jelas BJB tidak masuk ke holding," ujarnya.
















































