Pemerintah Sebut Perputaran Ekonomi Mulai Dirasakan Masyarakat Sekitar SPPG

22 hours ago 2

Pemerintah Sebut Perputaran Ekonomi Mulai Dirasakan Masyarakat Sekitar SPPG

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Program MBG memiliki dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat, mulai dari petani, peternak, pedagang, hingga warga sekitar. Foto: Ricardo/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Program MBG memiliki dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat, mulai dari petani, peternak, pedagang, hingga warga sekitar. 

Koordinator Wilayah Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Cilacap, Yudha Prasetyo menyatakan program MBG selain memberikan gizi pada anak sekolah juga turut memutar perekonomian rakyat. 

Menurut dia, petani, peternak, dan pedagang sekitar merasakan dampaknya karena Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib menyerap produk mereka.

"Karena jika ada warga lokal yang punya ladang sayur atau apapun itu, termasuk hasil ternak, pihak MBG di lingkungan tersebut wajib membelinya," kata Yudha Prasetyo, melalui keterangannya, Kamis (26/2).

Yudha menerangkan setiap SPPG dengan asumsi penerima manfaat sekitar 2.000 siswa, membutuhkan sayuran sebanyak 100-160 kilogram setiap hari. 

Kemudian, untuk produk hewani, seperti telur dan daging ayam, sekitar 160-200 kilogram per hari. 

"Sementara satu kecamatan di sini bisa memiliki 6-24 SPPG. Maka perputaran ekonomi luar biasa. Asumsikan ada 10 SPPG saja, maka setiap hari butuh 1-1,6 ton sayur, dan 1,6-2 ton telur atau daging ayam," terangnya. 

Yudha menjelaskan, kebutuhan sayuran dan produk hewani untuk SPPG itu dipenuhi dari beberapa penyedia barang (supplier), dengan sistem pembayaran cash setelah barang datang. 

Program MBG memiliki dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat, mulai dari petani, peternak, pedagang, hingga warga sekitar.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |