jatim.jpnn.com, SURABAYA - Koperasi Sumber Mulia Barokah (SMB) di kawasan Tambak Wedi, Surabaya sedang bersiap melakukan lompatan besar dalam pengelolaan usaha. Koperasi penjahit yang selama ini mengandalkan pencatatan manual itu kini mulai bertransformasi menuju sistem manajemen berbasis digital dan data.
Transformasi tersebut dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Kota Surabaya dengan Universitas Kristen (UK) Petra serta Singapore University of Technology and Design (SUTD).
Puluhan mahasiswa lintas negara diterjunkan langsung untuk mengurai persoalan manajemen, produksi, hingga pemasaran koperasi yang beranggotakan 111 penjahit tersebut.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya Mia Santi Dewi menyebut Koperasi SMB sebagai contoh UMKM padat karya yang berkembang pesat, tetapi membutuhkan sistem pengelolaan yang lebih modern.
“Produksi sudah berjalan baik, pesanan juga terus bertambah, bahkan dari luar pemerintah. Tantangannya sekarang adalah bagaimana mengelola stok, tenaga kerja, dan produksi agar lebih rapi dan terukur. Di sinilah digitalisasi dibutuhkan,” ujar Mia.
Melalui program ini, mahasiswa UK Petra dan SUTD diminta merancang prototipe sistem digital yang mampu mencatat alur produksi secara menyeluruh, mulai dari bahan baku masuk hingga barang siap dikirim.
Sistem tersebut juga disiapkan untuk mendukung pemasaran dan pengelolaan stokis agar tidak lagi bergantung pada pencatatan manual.
Mia menambahkan digitalisasi bukan sekadar mengikuti tren, tetapi menjadi kebutuhan agar UMKM dapat meminimalkan kesalahan hitung, kehilangan barang, hingga inefisiensi biaya.



















































