jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) meminta agar perusahaan mobil listrik asal Tiongkok, BYD, yang kini memiliki pabrik di Subang, harus bisa menyerap tenaga kerja lokal, khususnya lulusan SMA.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menegah Kejuruan, Disdik Jabar, Edy Purwanto mengatakan, BYD pada dasarnya tidak pernah mengkhususkan jurusan mana saja yang akan direkrut. Hanya saja, syarat yang diberikan ada beberapa.
"Itu enggak banyak karena memang tidak pernah dikhususkan, mereka hanya bicara tentang teknologi, karakter sama bahasa, hanya tiga yang diminta," kata Edy, Rabu (8/4/2026).
Adapun, Disdik Jabar terus memantapkan agar para murid SMK ini memenuhi seluruh persyaratan dari perusahaan Tiongkok tersebut, dan memberikan bekal terutama di bidang industri, seperti kejuruan bidang elektronik dan juga kelistrikan.
"Tapi kami kami tetap menyiapkan seluruhnya sesuai dengan kebutuhan. Karena mereka kan membutuhkannya kan industrinya. Kalau industrinya berarti kan banyak hal kelistrikan, elektronika, pemesinan dan sebagainya, bukan hanya satu titik saja," jelasnya.
Edy mengatakan, nantinya para calon pekerja ini tetap harus mendaftarkan diri di aplikasi 'Nyari Gawe' yang sudah disediakan Pemprov Jabar.
Artinya, perekrutan tidak bisa dilakukan hanya untuk beberapa sekolah tertentu saja, melainkan ada beberapa yang harus tetap mendaftar diri di aplikasi tersebut.
"Kami mempersiapkan anak-anaknya yang kelas 12 untuk disiapkan dan nantinya masuk ke dalam aplikasi yang dibuat oleh Disnakertrans yang disebut dengan Nyari Gawe," ujarnya.
















































