Pemuda Nusantara: Konawe Utara Korban 'Ghosting' Investasi Smelter

21 hours ago 24

 Konawe Utara Korban 'Ghosting' Investasi Smelter

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ketum DPP Pemuda Nusantara M Ikram Pelesa. Foto: dokpri

jpnn.com - Ketua Umum DPP Pemuda Nusantara M Ikram Pelesa mengkritisi pengembangan hilirisasi nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang tidak kunjung terealisasi.

Menurut Ikram, di tengah gegap gempita hilirisasi nikel nasional, nama Konawe Utara seharusnya menjadi salah satu daerah yang paling bersinar. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu pemilik cadangan nikel terbesar di Indonesia, bahkan termasuk terbesar di dunia.

Dia menyebut tanah Konawe Utara kaya, perut buminya dipenuhi ore bernilai tinggi, dan aktivitas pertambangan berlangsung hampir setiap hari.

"Namun ironisnya, hingga hari ini Konawe Utara justru belum memiliki satu pun smelter besar yang benar-benar berdiri dan beroperasi secara optimal di wilayahnya sendiri," kata Ikram, dikutip dari siaran persnya, Kamis (14/5/2026).

Kondisi ini menurutnya melahirkan pertanyaan besar; mengapa daerah yang menjadi sumber utama kekayaan nikel nasional justru hanya menjadi penonton dalam rantai industri hilirisasi ?

Dia menyebut ironi Konawe Utara semakin terasa karena masyarakat berulang kali diberi harapan melalui seremoni peletakan batu pertama pembangunan smelter. Pejabat datang, investor hadir, spanduk dipasang, pidato disampaikan, tetapi proyek perlahan menghilang tanpa kepastian.

"Konawe Utara seperti mengalami 'ghosting' investasi. Dijanjikan masa depan industri besar, tetapi ditinggalkan tanpa realisasi nyata," ucapnya.

Ikram mengatakan fenomena ini bukan sekadar asumsi publik. Sejumlah perusahaan pernah mengumumkan pembangunan smelter di Konawe Utara, namun hingga kini progresnya masih dipertanyakan masyarakat.

Ketum DPP Pemuda Nusantara M Ikram Pelesa mengkritisi pengembangan hilirisasi nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang tidak kunjung terealisasi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |