jpnn.com, JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperkuat pemberdayaan perempuan prasejahtera melalui pendampingan usaha yang menjangkau nasabah ultra mikro dari Sabang hingga Merauke.
Bagi banyak ibu prasejahtera, akses terhadap layanan keuangan sebelumnya kerap terasa sulit, rumit, dan menimbulkan keraguan untuk memulai usaha.
Melalui program pemberdayaan, PNM tidak hanya menyediakan pembiayaan tanpa agunan, tetapi juga menghadirkan ruang belajar dan pendampingan intensif agar nasabah dapat mengembangkan usaha secara bertahap dan berkelanjutan.
Pendampingan dilakukan oleh puluhan ribu Account Officer (AO) yang setiap pekan turun langsung ke lapangan untuk menemui nasabah di rumah, balai warga, hingga lingkungan perkampungan.
Kehadiran AO tidak sebatas menyalurkan modal, tetapi juga mendampingi proses tumbuhnya keberanian, kedisiplinan usaha, dan kemandirian ekonomi keluarga.
Dalam pertemuan kelompok rutin, para nasabah mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan usaha, tanggung jawab keuangan, serta penguatan kepercayaan diri dalam menjalankan usaha ultra mikro.
Hingga saat ini, PNM telah hadir di hampir seluruh provinsi di Indonesia melalui 3.655 kantor layanan yang menjangkau sekitar 22,9 juta pengusaha ultra mikro.
Skala pendampingan tersebut menunjukkan bahwa layanan keuangan bagi masyarakat prasejahtera memerlukan kehadiran langsung agar pembiayaan dapat berjalan aman, produktif, dan memberikan dampak sosial yang nyata.






















































