jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Pengamat politik dari Universitas Katolik Parahyangan, Kristian Widya Wicaksono, menyoroti penyusunan struktur kepengurusan DPD Partai Golkar Jawa Barat pasca terpilihnya Daniel Mutaqien sebagai ketua.
Menurut Kristian, proses penyusunan pengurus tidak sekadar soal personal, melainkan bagian dari pertarungan pengaruh di internal partai.
“Ini lebih tepat dibaca sebagai pertarungan pengaruh di dalam partai,” kata Kristian saat dikonfirmasi, dikutip Rabu (8/4/2026).
Dalam Musda Golkar Jabar 2026, Ahmad Hidayat sebelumnya mundur dari pencalonan. Sementara Daniel Mutaqien terpilih secara aklamasi setelah unggul dalam verifikasi dukungan.
Belakangan, muncul isu Ahmad Hidayat bakal mengisi posisi sekretaris DPD Golkar Jabar.
Kristian menilai, hal itu memiliki dua sisi pandangan yang berbeda. Di satu sisi, kedekatan Ahmad dengan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bisa menjadi jembatan komunikasi antara Golkar dan pemerintah provinsi.
Namun di sisi lain, posisi strategis tersebut berpotensi menimbulkan persepsi adanya pengaruh eksternal dalam tubuh partai.
“Bisa jadi jalur komunikasi, tetapi juga bisa menimbulkan kecurigaan internal,” ujarnya.



















































