Pengawas Gizi sampai Aslap SPPG Wajib Tahu Bahan Baku Sebelum Dimasak & Peralatan Layak

4 hours ago 20

Pengawas Gizi sampai Aslap SPPG Wajib Tahu Bahan Baku Sebelum Dimasak & Peralatan Layak

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Logo Badan Gizi Nasional Foto : Ricardo

jpnn.com - PACITAN - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengingatkan para pengawas gizi, pengawas keuangan, dan asisten lapangan (aslap) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi melakukan pemeriksaan bersama atas bahan baku makanan yang tiba.

Menurut pimpinan BGN yang membidangi investigasi dan komunikasi publik itu, pemeriksaan tersebut perlu dilakukan untuk memastikan seluruh bahan makanan yang akan dimasak di dapur SPPG dalam kondisi layak dan aman.

Berbicara pada Koordinasi dan Evaluasi bagi Ahli Gizi, Akuntan, dan Chef se-Kabupaten Pacitan, Ponorogo, dan Trenggalek akhir pekan lalu, Nanik menyatakan ketelitian ekstra perlu dilakukan sejak awal untuk mencegah terjadinya insiden keamanan pangan.

“Jika sejak awal sudah terlihat tanda-tanda bahan tidak layak, seperti ayam yang tidak sehat, sayuran yang tidak segar, atau tahu yang kualitasnya buruk, segera kembalikan kepada mitra,” ujarnya di acara yang digelar di Pacitan, Jawa Timur, itu.

Mantan jurnalis itu mewanti-wanti para pengawas gizi dan pengawas keuangan menolak segala bentuk intervensi dari mitra SPPG terhadap operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Nanik menegaskan intervensi atas perubahan menu yang yelah disusun oleh pengawas gizi haris ditolak.

Menurut Nanik, campur tangan itu kerap dilakukan dengan dalih karena para ahli gizi masih junior, kurang berpengalaman, dan tidak memahami harga pangan. Oleh karena itu, dia mendorong para ahli gizi yang diintervensi segera melapor kepadanya.

“Laporkan kepada saya. Jika ada intervensi, dapurnya akan langsung saya tutup. Penyusunan menu tidak ada urusannya dengan mitra, apalagi sampai mengubah menu yang sudah disusun oleh Ahli Gizi. Jika ada yang berani mengubah, akan saya suspend,” imbuh Nanik.

Ketua Harian Tim Koordinasi 17 Kementerian dan Lembaga untuk Pelaksanaan Program MBG itu menegaskan anggapan bahwa pengelola dapur MBG masih junior dan tidak memahami harga pangan hanyalah dalih. Nanik menilai intervensi itu berpotensi mendorong penggunaan bahan baku berkualitas rendah demi keuntungan yang lebih besar.

Jika sejak awal sudah terlihat tanda-tanda bahan tidak layak, seperti ayam yang tidak sehat, segera kembalikan kepada mitra.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |