jpnn.com - JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyiapkan 260 personel untuk memperkuat tahapan penanganan dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Johnny Eddizon Isir mengatakan bahwa pengerahan kekuatan ini merupakan bagian dari langkah Polri memperkuat penanganan bencana, terutama mendukung proses evakuasi, pencarian dan pertolongan korban, pelayanan kesehatan, identifikasi, hingga pemulihan kondisi masyarakat terdampak.
Johnny menyebut bahwa dari jumlah tersebut, 137 personel diberangkatkan menuju Flores dalam tahap awal pada Sabtu (15/8) malam. “Terdiri dari personel SAR Brimob sebanyak 101, personel Disaster Victim Identification (DVI) dan Dokkes sebanyak 14, personel humas sembilan, personel Slog tiga, dan personel Propam 10. Total sekitar 137 personel,” kata Johnny dalam keterangan diterima di Jakarta, Minggu (16/8).
Jenderal bintang dua itu mengatakan bahwa prioritas utama Polri saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat, melakukan evakuasi, memberikan pertolongan kepada korban, serta memastikan kebutuhan warga terdampak dapat segera ditangani.
Johnnya menegaskan bahwa Polri akan terus mengerahkan kekuatan sesuai perkembangan situasi dan kebutuhan masyarakat terdampak. “Polri akan terus hadir dan memberikan dukungan maksimal dalam proses evakuasi, pencarian dan pertolongan, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan masyarakat serta penanganan dampak bencana di wilayah Flores dan NTT,” ujarnya.
Sebelumnya, Polri telah memerintahkan jajaran Polda NTT dan para kapolres di wilayah terdampak untuk turun langsung bersama stakeholder terkait dalam melakukan evakuasi dan memberikan bantuan kepada masyarakat. Posko-posko bantuan juga telah didirikan di lokasi aman untuk mendukung proses evakuasi, pelayanan masyarakat, pengungsian, serta penyaluran bantuan. (antara/jpnn)
Jangan Lewatkan Video Terbaru:






















































