jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan dukungan dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Melalui kolaborasi strategis dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), UGM secara resmi meluluskan 39 ahli baru di bidang Smart Forest City guna memastikan pembangunan ibu kota masa depan tersebut didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
Para lulusan ini merupakan peserta Program Pelatihan Khusus OIKN x UGM Online yang telah menjalani masa pendidikan intensif selama dua bulan, terhitung sejak November hingga Desember 2025.
Direktur Direktorat Kajian Inovasi Akademik (DKIA) UGM Hatma Suryoatmojo mengatakan bahwa pelatihan ini dirancang untuk mengubah paradigma birokrasi konvensional menjadi digital. Fokus utama materi mencakup penerapan teknologi big data dan digital government.
“Peserta dilatih untuk menggunakan analisis data preskriptif dalam pengambilan keputusan. Kami ingin meninggalkan cara-cara lama yang hanya berbasis intuisi dan beralih ke tata kelola pemerintahan yang cerdas serta transparan,” ujar Hatma.
Ia juga berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi meluas hingga riset lapangan agar setiap kebijakan di IKN memiliki landasan akademis yang teruji.
Program ini membekali peserta dengan tujuh modul krusial yang dianggap sebagai identitas atau "DNA" dari pembangunan IKN.
Ketujuh aspek tersebut adalah arsitektur hijau (paling diminati), antropologi ekologi (paling diminati), perubahan iklim, dinamika penduduk, big data, digital government, dan technopreneurship.
Ahli Enterprise Architecture OIKN Daniel Oscar Baskoro menyoroti tingginya antusiasme peserta pada modul Arsitektur Hijau dan Antropologi Ekologi.



















































